Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto menerangkan, NHT yang menjadi mucikari alias germo menamai usaha prostitusinya itu dengan nama Daun Muda. Jaringan ini menurut kapolres terbongkar setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat.
"Ada anggota kami yang mencoba menelusuri aduan itu dengan cara melakukan booking untuk memastikan kebenaran adanya transaksi prostitusi pada Jumat dinihari lalu. Dan ternyata memang benar, pelaku mempekerjakan gadis-gadis belia untuk layanan pijat plus," jelasnya.
Sejumlah gadis yang menjadi korban NHT yakni Regina (18), Tata (17), Septi (17), Puji (17), Aulia (18) dan Wulan (18). Kapolres menyebut, gadis remaja itu berasal dari keluarga tidak mampu dan telah putus sekolah.
"Pelaku mengiming-imingi korban akan mendapatkan penghasilan besar sehingga korban yang dalam keadaan ekonomi memang kurang, terbujuk rayuan itu," imbuh Kombes Mardiaz.
Karena perbuatannya ini, sang mucikari kini mendekam di tahanan Mapolres Jakarta Selatan.
Ia terancam Pasal 2 dan Pasal 6 UU RI no. 21 Tahun 2007 dengan ancaman 15 tahun penjara.
